Cara menghitung PBB terutang…

Ketika lagi makan di warteg (mampunya makan diwarteg seh, maklum pegawai negeri…) tiba-tiba ada bapak-bapak tua yang nyerocos ngomong begini… ” Dasar pemerintah tidak tau diri, masa orang setua saya ini masih juga harus membayar pajak???, tidak tau apa kalo saya dulunya pejuang yg membela negara ini dari belanda???”. Lalu si tukang warteg menyahut “Emang tuch pemerintah kurang ajar, masa warung kecil kayak gini juga masih harus bayar PBB padahal kan tiap hari kita dah setor ma orang kelurahan yang selalu dateng setiap hari…”

Mendengar kata-kata mereka ini saya selaku aparat pajak merasa terpanggil untuk memberi penjelasan kepada mereka…
Saya coba duduk dekat bapak-bapak tua itu dan mulai pembicaraan…
Saya : Maaf pak, boleh saya ikutan urun rembug???

Bapak tua : Silakan nak, biar anak tau bagaimana bejatnya pemerintah kita sekarang…
Saya : Memangnya bapak disuruh bayar pajak apaan seh pak???
Bapak tua : bayar PBB nak, padahal kan tuh rumah kan saya beli make uang saya sendiri, bukan dikasih sama pemerintah, jadi ngapain juga saya harus bayar PBB lagi, kan dah jadi milik saya sendiri, betul bukan begitu nak???
Saya : memang betul seh kalo rumah itu sudah menjadi hak milik bapak…
Bapak tua : nah, anak aja setuju dengan saya…
Saya : tapi pak, bukankah bapak adalah warga negara indonesia???
Bapak tua : kamu jangan ngomong sembarangan yach nak, saya ini pejuang yang dulu berjuang mati-matian melawan belanda…jadi sudah jelas saya ini warga negara indonesia yang sah bahkan sebelum kamu lahir…
Saya : maaf pak, bukan maksud saya tuk membuat bapak marah… Bapak cinta dengan negara indonesia ini kan???
Bapak tua : kalo saya tidak cinta, ngapain juga saya dulu berjuang mati-matian melawan belanda???
Saya : Bapak tidak ingin kan negara kita ini dijajah lagi???
Bapak Tua : Maksud kamu ini apa toch nak, kok jadi nanya yang macem-macem???
Saya : Begini pak…bapak kan sangat cinta negara ini dan tidak ingin dijajah lagi bukan???
Bapak Tua : Sudah tentu itu nak…
Saya : untuk mempertahankan negara ini tentunya kita harus melengkapi negara kita dengan tentara-tentara yang handal dan persenjataan yang canggih bukan???
Bapak tua : Betul itu nak…
Saya : Untuk membeli persenjataan dan melatih tentara sudah pasti butuh uang donk…nah ke situlah uang pajak yang bapak bayarkan…andaikan semua orang tidak mau membayar pajak seperti bapak, maka ketika negara kita dijajah kembali, mau melawan make apaan kita???masa masih make bambu runcing juga seperti dulu???
Bapak tua : Kamu ada benarnya juga nak… tapi kenapa pajaknya begitu besar, mang gemana seh mereka ngitungnya???
Saya : Sebenarnya cara menghitungnya cukup mudah kok pak… kan di SPPT-PBB nya juga sudah dicantumkan cara penghitungannya yaitu 0.5% x 20% x Nilai Jual Objek Pajak, kecuali kalo Nilai Jual Objek Pajaknya bapak lebih dari 1 milyar maka tarifnya beda yaitu 0.5% x 40% x Nilai Jual Objek pajak…Jadi sebenarnya cukup kecil kan dari nilai rumah bapak…
Bapak tua : Nilai jual objek pajak itu ngitungnya dari mana nak???
Saya : Kalo nilai jual objek pajak itu harga rata-rata dari harga pasaran di tempat rumah bapak berada…
Saya : oh iya, bapak anggota veteran kan???
Bapak tua : betul nak…
Saya : Nah untuk pensiunan dan veteran dapat diberikan keringanan PBB berupa pengurangan maksimal 75% dari PBB terutangnya…
Bapak tua : yang benar kamu nak???
Saya : Betul pak, bapak tinggal mengajukan permohonan pengurangan saja ke kantor pelayanan pajak di daerah rumah bapak…
Bapak tua : bayar berapa tuch nak biar bisa dapat diskon 75%???
Saya : Gratis pak, asal semua persyaratan dipenuhi…
Bapak tua : ngomong-ngomong kok anak bisa tau begitu banyak tentang PBB???
Saya : oh iya ampe lupa saya memperkenalkan diri, nama saya oghie dan saya bekerja di Kantor Pelayanan Pajak di seberang jalan itu…Bapak rumahnya di kelurahan sini juga bukan???
Bapak tua : iya nak, masih masuk kelurahan sini juga…
Saya : Kalo bapak berkenan, sekalian aja saya antarkan bapak ke tempat pelayanan kantor kami untuk mengambil surat permohonannya dan mengetahui kelengkapan-kelengkapan lainnya…
Bapak tua : terima kasih banyak nak…kalo didiskon 75% sih sudah pasti saya akan bayar dengan segera nak…

About these ads

7 Tanggapan

  1. Cerita yg menarik. Memang mesti begitu. Warga negara yang baik adalah warga yg sadar untuk membayar pajak. Aku aja pakai pulsa udah dikenain pajak. Ya untuk nelpon, untuk internetan. Tul gak.

    “tul itu…jasa telekomunikasi sudah dikenakan PPN 10%”

  2. Numpang tanya, karena kebetulan membahas tentang warteg, sebenarnya kalo warteg kena pajak daerah atau tidak sih? Begini, karena kemarin ini pemilik warteg tempat saya biasa nongkrong sempat berkeluh kesah karena katanya didatangi petugas dari daerah untuk pembayaran pajak daerah. Terus dia bilang,”Wong ini aja sepi begini, mana harga bahan pokok naek, sementara harga ga mungkin aku naikkin, kok ya, ngga ngerti ya, malah ditambah harus bayar pajak daerah…” Ya, cuma pengen tau aja…

    #saya juga kurang memahami batasan mengenai pajak daerah karena setiap daerah berwenang untuk menetapkan batasannya masing-masing…klo dijakarta batasan ini dimuat dalam perda No. 9 Tahun 1998…mengenai apakah warteg itu harus dikenai pajak daerah atau tidak tergantung kebijakan daerah masing-masing, bila petugas yang mendatanginya membawa bukti pembayaran pajak daerah maka bisa dipastikan resmi, namun kebanyakan yang saya temui petugas yang datang itu hanya membawa bukti untuk pembayaran retribusi kebersihan saja, namun mereka bilangnya itu adalah pajak daerah…dan yang aneh lagi ketika malam hari pun mereka tetap datang menagih kepada para pedagang di tenda2, saya berpikir rajin sekali mereka malam-malam masih mau berdinas, pdhal di dispenda sendiri rasanya tidak ada yang tugas malam dech, dan pembayaran pajak daerah kan seharusnya dilakukan di kantor kas daerah atau bank pembangunan daerah…semoga bisa memberi pencerahan…

  3. contoh penghitungan Pbb yg mudah di mengerti&jawaban

  4. Bagus

  5. nahh begini nih cara belajar yang asik.. pake cerita2 :D

  6. ceritanya bagus, mudah dimengerti. tapi mau tanya, dasar penghitungan persentase NJOP(PBB) 20% untuk yg di bawah satu milyar dan 40% untuk satu milyar atau lebih??..
    tq..

  7. nambahin pertanyaan mas akbar di atas, dasar perhitungan persentasi tarif PBB 0,5% dari mana ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: