BPHTB VS PPh Final PHTB

Bagi yang sering berkecimpung di dunia property alias jual beli rumah atau tanah pasti sudah sangat akrab dengan singkatan BPHTB, tapi bagi orang yang mungkin baru pertama kali ingin membeli rumah pasti akan bertanya-tanya apakah arti BPHTB itu??? Karena setiap kali kita akan membeli rumah atau tanah pasti disuruh membayar BPHTB terlebih dahulu oleh pihak notaris sebelum Akta Jual Beli itu dapat ditanda tangani. Sebagai masyarakat awam hendaknya mencoba memahami terlebih dahulu tentang BPHTB ini karena agar terhindar dari oknum-oknum notaris “nakal” yang terkadang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat ini untuk mengeruk keuntungan…

Sebenarnya apakah yang dimaksud BPHTB itu???

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau yang lebih sering disingkat BPHTB adalah pajak yang dikenakan atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan. Yang dimaksud perolehan hak disini adalah perbuatan atau peristiwa hukum yang mengakibatkan diperolehnya hak atas suatu tanah dan atau bangunan, contohnya ialah melalui jual beli atau warisan.

BPHTB ini dikenakan terhadap pihak yang memperoleh hak atas tanah dan atau bangunan, misalnya dalam hal jual beli, maka yang dikenakan BPHTB adalah pihak pembeli, karena pihak pembeli inilah yang selanjutnya akan memperoleh hak atas tanah dan atau bangunan tersebut.

Besaran BPHTB yang harus dibayarkan adalah sebesar 5% dari Dasar Pengenaan Pajak (DPP).

Yang dijadikan DPP adalah Nilai Jual Objek Pajak setelah dikurangi dengan Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP) yang mana besaran Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak ditentukan secara regional. Saat ini untuk wilayah DKI Jakarta NJOPTKP untuk setiap transaksi adalah sebesar Rp.60.000.000,- kecuali untuk transaksi waris dan hibah wasiat untuk orang pribadi dalam satu garis keturunan lurus sedarah atau semenda, besaran untuk transaksi yang dikecualikan ini adalah Rp.300.000.000,-.

Yang menjadi Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) BPHTB adalah nilai tertinggi antara nilai transaksi,nilai pasar atau Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) PBB sebagaimana yang tercantum dalam Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB tahun terakhir. Sering kali para notaris “nakal” menggunakan dasar NJOP PBB sebagai NJOP BPHTB (NJOP PBB nilainya paling kecil dibandingkan nilai yang lain) untuk menyetor BPHTB-nya namun menyatakan kepada pihak Pembeli bahwa yang harus dibayarkan adalah 5% dari nilai transaksi, sehingga kelebihannya bisa masuk kedalam kantong notaris “nakal” tersebut.

Kok si pembeli saja yang dikenakan pajak, kenapa si penjual tidak dikenakan pajak, padahal kan si penjual yang menerima uang atau penghasilan???

Khusus bagi penjual baik orang pribadi atau badan (kecuali memang usahanya dibidang property atau jual beli property) maka dikenakan pajak juga yang disebut dengan Pajak Penghasilan Atas Penyerahan Hak Tanah dan Bangunan (PPh PHTB) yang bersifat final atau tidak bisa dijadikan sebagai kredit pajak.

Besaran PPh PHTB adalah sebesar 5% dari Nilai Jual Objek Pajak.

Nilai Jual Objek Pajak disini haruslah sama dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) BPHTB lawan transaksinya. Dasar pengenaan PPh PHTB tidak dikurangi dengan NJOPTKP sehingga jumlah PPh PHTB tentunya akan lebih besar daripada jumlah BPHTB lawan transaksinya.

About these ads

11 Tanggapan

  1. WEH! belum pernah disumpah sama sekali??? lha wong pas diangkat jadi PNS hukumnya wajib lho disumpah itu? tapi emmang DJP paling bandel…. :)

    saya asli karang kemiri, karanglewas.. hehehehehe…

    rajin memantau blognya neh…

  2. berapa njop di wilayah cempaka putih barat ?

  3. SEHAT MAS

    KALAU HITUNGANNYA UNTUK USAHA PENGEMBANG GIMANA CARANYA BUAT HITUNG PAJAKNYA. KARENA PENJUALAN RMH ADA YANG KAS LUNAS. ADA YANG BAYAR DP. SISANYA CICIL. PERHIT PAJAKNYA GIMANA

    MAKASIH

  4. nanya.. kalau beli rumah tp belum di balik nama baru semaca perjanjiann.. kena bphtb ga?

  5. Terima kasih saya semakin mengerti cara perhitungan jual beli tanah ada BPHTB and PPhPHTB
    Sukses selalu buat anda…

  6. Terima Kasih Informasi Anda Saya semakin mengerti Cara perhitungan jual beli tanah dan bangunan
    Masalah BPHTB dan PPhPHTB

  7. kalau daerah DKI di kurang 60jt kalau untuk BPHTB kab. bandung berapa ya.. trus PPhPHTB apakan bisa dbebankan ke pembeli?

  8. kasi tau lebih jelas dong…kendala yang sering terjadi dalam pelaksanaan pembayaran BPHTB tuh appa…

  9. Saya tidak bermaksud menjual tanah, tapi atas kepentingan Pemerintah saya terpaksa melepaskan hak milik tanah dan saya mendapat ganti rugi serta dikenakan PPh.
    Apabila dari ganti rugi itu kemudian saya belikan lagi tanah dengan luas yang sama dan lokasi tidak berjauhan, apakah wajib membayar BPHTB sedangkan saya tidak menambah pemilikan tanah, namun hanya sekedar memindahkan, itu pun berawal dari kepentingan/kehendak Pemerintah dan juga sudah terpotong PPh

  10. Apa ada yang mengetahui perkara notaris MG Rahman di Bekasi Mustika Jaya ? Terima kasih.

  11. informasi:…
    saya arsitek, bukan jualan tanah.
    saya ada beberapa lahan siap bangun, ada yang cocok buat investasi kos-kosan yang berloaksi di sekitaran kampus ISI Yogyakarta, dan ada juga yang cocok buat tempat tinggal. lokasi di sleman.
    kontak person:
    YM/email/FB di: trijay.architect@ymail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: