Direktorat Jenderal Pajak, Dulu dan Sekarang (part 1)

Mungkin teramat sering saya membaca berita-berita dimedia massa dan bahkan dibeberapa blog yang menyudutkan Direktorat Jenderal Pajak…
Namun rata-rata berita-berita tersebut kebanyakan dibuat oleh masyarakat yang mungkin kurang paham akan seluk beluk perpajakan sehingga akhirnya memutuskan cara praktisnya yaitu dengan mengeluarkan sedikit uang alias menyuap aparat pajak…
Disini saya akan mencoba memandang dari sisi yang lain, yaitu dari sisi pegawai pajak…
Kebanyakan orang bilang kalo pegawai pajak itu pastilah kaya raya dan perutnya buncit…
Kebanyakan orang jg pasti bilang kalo pegawai pajak itu doyan korupsi dan makan uang haram…
Apakah memang semuanya seperti itu???

Saya merupakan lulusan dari Diploma I Jurusan Perpajakan pada Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) tahun 2000…Pada akhir tahun 2000 saya ditempatkan disalah satu Kantor Pelayanan Pajak (selanjutnya saya singkat jadi KPP) di Jakarta…Kata orang seh KPP tersebut KPP yang cukup basah karena Wajib Pajak (WP) yang ditanganinya adalah WP yang cukup besar, seperti gramedia grup, RGM dll…Saya seh tidak terlalu mempedulikan hal tersebut, karena saya tidak melihat adanya hubungan antara WP besar dengan penghasilan saya, toch yang menggaji saya adalah negara…

Gaji pokok pertama saya sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil adalah sebesar 80% x Rp.182.900,- yaitu sama dengan Rp.146.320,-… Total penghasilan saya tiap bulan ditambah tunjangan-tunjangan kurang lebih sebesar Rp. 400.000,-…Saya berpikir apakah cukup dengan penghasilan tersebut untuk biaya hidup dijakarta???Mungkin bagi saya yang masih menumpang di rumah orang tua seh cukup-cukup saja, tapi bagaimana dengan teman-teman yang saya yang masih harus kost??? Biaya kost di jakarta saja pada waktu itu sekitar 150rb-200rb, belum lagi untuk makan sehari-harinya…Saya asumsikan seandainya mereka hanya makan 2 kali sehari itu pun juga hanya dengan tahu atau tempe mereka harus merogoh kocek mereka sekitar Rp.3.000,- untuk sekali makan, berarti mereka setiap bulannya harus menyisihkan dana makan sebesar Rp.180.000,-… Anggaplah mereka bisa beruntung mendapatkan kost murah seharga 150rb di sekitar kantor (walaupun bisa dibilang sangatlah tidak mungkin) sehingga mereka tidak perlu mengeluarkan ongkos lagi, maka sisa uang gaji mereka hanya sebesar 70rb itu pun mereka msh harus membeli perlengkapan mandi seperti sabun,sampho,odol dll…

Saya pertama kali ditempatkan dibagian komputer…Karena saya suka komputer maka aku seh sangat senang ditempatkan dibagian ini… Tapi ternyata teman-teman dibagian itu bilang kalo dibagian itu sangat tidak enak karena sangat kering, saya saat itu belum mengerti maksud mereka, jadi saya tidak terlalu pikirkan kata-kata mereka tersebut…

Sudah hampir seminggu saya bekerja dibagian komputer tersebut, saya begitu senang karena besok saya bisa istirahat dirumah selama dua hari (kerjanya kan cuma 5 hari, jadi sabtu minggu libur)… Waktu di jam dinding menunjukan pukul 16.00…Wah tinggal satu jam lagi neh waktu kerja saya dihari jum’at ini…Tiba-tiba atasan saya menghampiri…Saya berpikir dia akan menyuruh saya untuk lembur, tapi ternyata dia menghampiri hanya untuk sekedar menyampaikan amplop yang kata dia adalah uang mingguan saya…Saya bertanya lagi uang mingguan apa maksudnya???Dia kembali menjelaskan kalo tiap hari jum’at di KPP ini setiap pegawai pasti dapat yang namanya uang mingguan…Saya tidak bisa banyak tanya lagi karena dia langsung keluar tuk membagikan amplop kepada anak buahnya yang lain…Ya sudahlah saya simpan amplop tersebut dan segera merapihkan meja karena sebentar lagi waktunya pulang…

Sesampainya di rumah, saya buka buka amplop uang mingguan saya tersebut, ternyata isinya sebesar Rp.150.000.-… Saya berpikir kalo setiap minggu dapat 150rb berarti sebulan bisa dapat 600rb dunk, wah lebih besar dari total gaji setiap bulan yang saya terima dunk…Tapi saya masih bertanya-tanya sebenarnya apaan seh uang mingguan itu….

3 Tanggapan

  1. Mas, maaf, sampeyan udah sekitar 7 tahunan ya di pajak? …
    ada pesan seorang senior kepada yunior nya:
    ” … semakin lama kamu di pajak, semakin terbuka kamu melihat orang pajak seperti apa ….”
    …..

  2. bukan hak dan wewenang saya tuk menilai orang…
    karena itu adalah wewenang Sang Maha Pencipta…

  3. Ini cerita dulu ya? Kalau sekarang di kantor pajak yang sudah pada moderen, gak ada lagi bagi-bagi uang yang gak jelas seperti itu.

    # yup… itu cerita jaman jahiliyah… klo sekarang seh tunggu aza lanjutan ceritanya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: