Kemanakah pajak yang telah saya bayar???

Beberapa hari yang lalu ketika pulang dari kantor, pas lagi naik bus feeder sentul, nda sengaja dengar ada dua orang bapak-bapak yang sedang ngobrol…yang menarik perhatian saya adalah ketika salah seorang bapak berbicara seperti ini ” sebenarnya kemana sih pajak yang telah saya bayar selama ini??? saya sudah bayar PBB untuk tahun ini tapi kok masih dapat surat himbauan untuk membayar PBB lagi sih???Kenapa pajak tidak seperti TIKI atau jasa pengiriman lainnya dimana kita bisa mengetahui sudah sampai mana barang yang kita kirim itu…”

Mendengar kata-kata itu membuat saya miris, ternyata masih banyak warga negara indonesia ini yang tidak mengetahui kemanakah uang pajak yang telah mereka bayarkan… Jadi sebenarnya bagaimanakah mekanisme pembayaran Pajak itu???

Para  pembayar pajak seharusnya memahami  kemana  dan untuk apakah  uang yang telah mereka  keluarkan untuk membayar pajak, karena saat ini banyak oknum-oknum yang menyalahgunakan nama pajak untuk kepentingan mereka sendiri…

Untuk Pajak pusat (PPN, PPh, PBB, BPHTB, PPnBM) hanya bisa dibayarkan melalui Bank Persepsi (Bank yang ditunjuk oleh menteri keuangan untuk menerima setoran pajak), tidak dapat dibayarkan kepada Kantor Pelayanan Pajak atau petugas pajak kecuali untuk PBB dimana didaerah-daerah masih diperkenankan adanya petugas pemungut PBB (biasanya dari kelurahan atau RT setempat). Namun untuk di Jakarta petugas pemungut PBB sudah tidak diperkenankan lagi. Dari Bank Persepsi ini uang pajak yang telah disetorkan secara langsung masuk kedalam Kas Negara.

Untuk Pajak  Daerah (PKB, BBNKB, Pajak Reklame dll) pembayaran pajaknya dilakukan melalui Bank Pembangunan Daerah dan Kas Daerah yang mana uang pembayaran pajak tersebut langsung masuk kedalam kas daerah.

Jadi sebenarnya kita tidak perlu lagi meragukan apakah uang pajak yang telah kita bayarkan itu tidak akan sampai ke kas negara atau kas daerah bila kita telah melakukan pembayaran di tempat-tempat tersebut.

Terus kenapa bapak itu bisa menerima surat himbauan untuk membayar PBB padahal dia telah melunasinya???

Sebagaimana telah saya jelaskan diatas bahwa pembayaran pajak dilakukan di Bank persepsi bukan di Kantor Pelayanan Pajak, sehingga tidak jarang terjadi keterlambatan administrasi di Kantor Pelayanan Pajak yang menyebabkan bapak tersebut diterbitkan juga surat himbauan untuk melunasi PBB-nya. Sebenarnya bapak tersebut tidak perlu emosi, karena dalam surat himbauan tersebut juga dicantumkan kata-kata ” Apabila Saudara telah melunasi PBB tersebut, kami mohon agar dapat mengirimkan copy Surat Tanda Terima Setoran (STTS) PBB ke kantor kami”.

Seiring dengan kemajuan teknologi maka kami dari Direktorat Jenderal Pajak tengah melakukan usaha-usaha untuk mengatasi keterlambatan administrasi ini sehingga diharapkan dikemudian hari hal-hal ini tidak akan terulang lagi…

2 Tanggapan

  1. Memang, urusan pajak bagi kebanyakan orang adalah sesuatu yang rumit dan susah difahami. Kondisi ini harus diimbangi dengan usaha aparat pajak untuk untuk memberikan sosialisasi agar mereka minimal faham gunanya pajak dan kemana larinya uang pajak.

    # kami dari direktorat jenderal pajak saat ini tengah gencar memberikan sosialisasi kepada masyarakat melalui semua media publik…

  2. saya pengen nanya nich apakah ada salah satu bank swasta yang di tujuk untuk pembayaran pajak hiburan
    # Sepengetahuan saya untuk pembayaran pajak daerah (pajak hiburan masuk kedalam pajak daerah) hanya bisa dilakukan melalui kas daerah dan Bank Pembangunan Daerah setempat…Kalo bank swasta sepengetahuan saya seh hanya menerima pembayaran pajak daerah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: