PTKP… PT Apaan Tuch???

Mungkin karena terlalu seringnya saya berkutat dengan istilah-istilah dan singkatan-singkatan di dunia perpajakan, sehingga pernah pada suaat saat memberikan penjelasan kepada salah seorang wajib pajak mengenai cara menghitung Pajak Penghasilan (PPh), saking antusiasnya saya sehingga banyak menggunakan singkatan-singkatan yang mungkin bagi dia masih terasa asing didengar. Sampai pada saat saya menyebut kata PTKP, wajib pajak tersebut langsung memotong penjelasan saya, dia berkata: ” Maaf mas, PT KP itu apaan yach??? Apa hubungan dengan PT KAI???“. Mendengar kalimat itu saya secara spontan tertawa kecil, namun bukan maksud saya untuk mentertawakan pengetahuan wajib pajak tersebut, melainkan mentertawakan diri saya sendiri yang sudah keasyikan menggunakan istilah perpajakan yang mungkin hanya akrab ditelinga orang-orang yang telah lama berkecimpung di dunia perpajakan.

Dari pengalaman tersebutlah, saya ingin berbagi mengenai istilah-istilah yang lazim digunakan di dunia perpajakan yang diawali dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak atau biasa disingkat PTKP

Penghasilan Tidak Kena Pajak atau biasa disingkat PTKP adalah pengurang penghasilan bruto yang diberikan hanya diberikan terhadap wajib pajak orang pribadi, dan besarannya ditentukan oleh Menteri Keuangan. PTKP ini diberikan dengan maksud sebagai biaya hidup yang digunakan oleh wajib pajak tersebut.

Cara penghitungan PTKP adalah dengan berdasarkan kepada status nikah dan jumlah tanggungan wajib pajak tersebut. Status nikah disini hanya mengenal dua status yaitu Kawin dan Tidak Kawin, karena status ini terkait dengan status tanggungan wajib pajak tersebut. Sedangkan pengertian tanggungan yang diperkenankan adalah anggota keluarga sedarah atau semenda (terikat karena hukum) dalam garis keturunan lurus yang menjadi tanggungan sepenuhnya, misalnya orang tua, mertua, anak kandung, anak angkat. Pengertian tanggungan sepenuhnya ialah bahwa anggota keluarga tersebut tidak memiliki penghasilan lain dan hidupnya sepenuhnya ditanggung oleh wajib pajak. Jumlah tanggungan yang diperkenankan adalah maksimal sebanyak 3 orang diluar istri/suami.

Jumlah besaran PTKP yang berlaku saat ini:

  • Rp. 13.200.000,- Untuk diri wajib pajak
  • Rp. 1.200.000,- Tambahan untuk suami/istri wajib pajak yang tidak berpenghasilan
  • Rp. 1.200.000,- Tambahan untuk setiap tanggungan.
  • Rp. 13.200.000,- Tambaahan untuk suami/istri wajib pajak yang penghasilannya disatukan dengan penghasilan wajib pajak.

Contoh perhitungan:

Amir adalah seorang wajib pajak yang memiliki istri yang tidak berkerja dan mempunyai 2 orang kandung.

maka PTKPnya adalah

  • Rp. 13.200.000,- untuk diri Amir sendiri
  • Rp. 1.200.000,- untuk istri Amir
  • Rp. 2.400.000,- untuk kedua anak Amir

Total PTKP Amir adalah : Rp. 16.800.000,-

2 Tanggapan

  1. ouwh…gitu ya pak…[pura-pura bloon]…
    oh ya mas…maren ada WePe nanya, kalo punya istri lebih dari 1 gimana? kalo poligami gitu? PTKP-nya berapa mas..???

    huiks…keringat dingin lah mengucur…soalnya saya lupa peraturannya..tapi kayaknya kan kalo buat PNS yang diakui cuman satu..terus kalo buat non-PNS itu gimana ya kalo poligami???

    hihihii….

    #Istri yang diakui kan cuma 1 doank, jadi PTKP-nya yach cuma buat 1 istri doank dunk…

  2. Bukankah PTKP itu untuk:
    WP
    status kawin (bukan untuk istri)
    tanggungan.

    cmiiw.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: